Dari hati untuk (pulan)
Kita hanyalah sebutir pasir di gurun maha luas,
setetes embun di lautan yang meluapi seluruh samudra,
sepotong rumput di padang bumi,
sebutir kerikil di gunung yang menjulang menyapa langit,
seonggok bintang kecil yang redup di langit tanpa batas.
Tapi kita punya hati,
yang membedakan kita dengan pasir, embun, rumput, kerikil,
dan bintang kecil.
Hati tak pernah merendahkan kita dengan si kaya,
meninggikan kita dengan si miskin,
menjelekkan kita dengan si cantik,
atau menjauhkan kita dengan si cacat.
Hati tak akan bicara bila memang ia tak pantas untuk kita,
pun tak akan bicara bila memang tak baik untuk kita.
Hati hanya akan bicara bila memang ia pantas,
Ia baik untuk kita.
Percayakanlah pada hati,
dengarkanlah bicara hati.
karena darinya kita menemukan cinta dan kasih sejati.
Dari tempat tersunyi di semesta,
kukirimkan ini dengan penuh cinta…
Selamat menjalani hidup baru.
Semoga sukses dunia akhirat!
Dari yang sedang belajar menata hati,
Danieq Rehkjandutjjkhasnt van Ghemboel.
(Maaf bila terlalu melankolis, sadistis, sarkatis, individualis, materialistis karena aq memang bukan dari keluarga penulis…
Comentnya Ndut…
Trima kasih kakakku yang bunciiiit, tapi ngaku perutnya kotak2 ( hayoo kira2 siapa ya??…) bagus bener untaian kata2nya… wuih bener2 yahud. tapi jangan nyengir kaya kuda and GR!!! Wakakak… ( sebenernya uda lama tapi baru di post…)